Abdul Maqshud 'Dede Cipon'

THE SELF-CONSTRUCTED HELL

Cetak Silkscreen di Atas Prepared Paper, 2 Edisi

42 x 59.4 cm

2021

Berlari berputar seakan berlari di tempat. Tersesat di lingkar penderitaan layaknya membangun neraka pribadi. Penderitaan merupakan suatu keadaan batin yang dianggap buruk dan sebisa mungkin dihindari. Rasa penderitaan yang dialami diri muncul sebagai respon batin atas ketidaksesuaian antara ekspektasi lahiriah/pemikiran dengan keadaan eksternal yang dialami.

Prinsip teori kekacauan (cabang matematika yang mempelajari kekacauan) kemudian coba dihubungkan sebagai analogi, yakni meskipun terlihat acak, kekacauan memiliki suatu pola aturan tertentu di belakangnya. Jika penderitaan dianalogikan sebagai kekacauan, apakah mungkin polanya dapat dibaca? Lantas, berdasarkan pembacaan tersebut, mind-hacking dilakukan pada diri dengan tujuan untuk keberlangsungan kehidupan sehari-hari yang lebih efisien, pun ketika mengalami penderitaan yang teramat. Meskipun, hal ini tentu akan sangat sulit dilakukan daripada dibicarakan, terlebih ketika mengalami dalam keadaan tidak siap. Mengutip Epictetus, seorang filsuf stoik terdahulu, ia berkata, “Bukan masalah apa yang terjadi padamu, tetapi yang menjadi penting adalah bagaimana kau bereaksi atasnya.”

Tentang Seniman

Dede Cipon lahir di Balikpapan pada tahun 1995. Ia menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta. Ketertarikannya pada kajian mistik-filosofis, metafisika, dan konsep-konsep sains menjadi kerangka dalam kekaryaannya. Beberapa kali ia berkesempatan untuk mengerjakan karya ilustrasi, seperti ilustrasi untuk band Jangar dan Setabuhan. Saat ini Dede Cipon tinggal dan bekerja di Yogyakarta.

Pameran Lainnya