Vendy Methodos

Break the Truth with More Crap News

Tinta di kertas

@28.5 x 21 cm (10 seri)

2021

Secara keseluruhan, karya-karya ini lahir dari penangkapan indrawi saya di sosial media, dari guliran layar gawai dan isolasi mandiri selama masa pandemi. Gelombang dan kelindan berita yang setiap waktu hadir di layar gawai membuat pikiran terasa pelik, rumit, dan kompleks. Keadaan ini semacam semburan firehorsing yang tak pernah terjeda memanipulasi fakta, berita receh penuh sensasi tapi miskin esensi, opini-opini epidemiologi liar tanpa kajian ilmiah, cocoklogi dan teori konspirasi. Ahh! Sungguh semua itu menganiaya dan mendera semena-mena pada pikiran saya.

Karya-karya saya juga lahir dari pengalaman di awal pandemi terjadi. Banyak gang dan jalan ditutup sehingga membuat akses keluar masuk beberapa tempat menjadi sulit dan terbatas. Kecemasan saya juga muncul ketika mendatangi tempat seperti warung makan atau toko lantaran banyak orang yang berkerumun di tengah situasi pandemi yang terjadi. Faktor-faktor itulah yang membuat saya untuk brainstorming dan memaksa lebih mandiri dengan memasak sayur dan nasi sendiri. Selain lebih higienis dan irit, memasak bagi saya menjadi semacam ritual katarsis dan mereduksi kecemasan.

Tentang Seniman

Vendy Methodos tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Sejak tahun 2006 Vendy bekerja sebagai seniman jalanan dengan nama Stalker, kemudian berganti menjadi Methodos pada tahun 2011 hingga sekarang. Karya-karya yang dibuatnya meliputi mural, lukisan, batik, patung, buku, dan cetakan. Karya Vendy Methodos merupakan cerminan dari pengalaman dan kontemplasi pribadinya. Karya-karyanya seringkali dilengkapi dengan teks-teks yang berisi kritik sosial politik yang frontal dan provokatif dengan menghadirkan sosok-sosok aneh yang tidak menyerupai manusia. Karya Vendy Methodos diikutsertakan dalam pameran Archipel Secret di Palais De Tokyo, Paris (Prancis, 2015) dan pameran Issueism di Virginia Commonwealth University, Doha (Qatar, 2017).

Pameran Lainnya