Irindhita 'Ayash' laras Putri

Soft Spot Resistance

Akrilik dan Tinta pada Kertas

@29,7 x 42 cm (8 panel)

2021

Dua tahun terakhir dianggap sebagai masa yang nyaris apokaliptik sehingga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan titik paling rentan dalam sistem pertahanan kita. Cara berpikir dan nalar yang selama ini kita yakini, selalu bertabrakan dengan fenomena-fenomena belakangan yang masif dan dipertanyakan kebenarannya. Selain itu, momen ini membuat kita menyadari bahwa sesuatu yang dianggap sebagai kegilaan terkadang tidak harus dihilangkan. Kegilaan bisa juga dijadikan sebagai metode dan modal untuk mengeksplorasi realitas yang ada agar kewarasan kita tetap terjaga.

Oleh karena itu, momen soliter ini seolah menjadi ruang eskapisme paling aman yang dapat mengendarai pikiran-pikiran liar kita ke mana saja. “Beristirahat” atau ‘memberi jeda’ juga dapat menjadi salah satu bentuk resistansi biologis maupun psikologis yang paling sederhana. Selain itu, menggambar pun merupakan bentuk catatan untuk mengarsipkan pikiran dan perasaan selama swakarantina di masa pandemi

TENTANG SENIMAN

Ayash merupakan seniman otodidak asal Yogyakarta, Indonesia. Sebagian besar karyanya visual art. Selain itu, ia juga senang membuat ilustrasi dan desain. Sebagai seorang desainer grafis, ilustrator, dan seniman visual terkadang menjadi pergeseran dan pertukaran yang cukup radikal. Itulah sebabnya sebagian besar karya yang dihasilkannya berpartisipasi dalam berbagai kegiatan hibrida, seperti mengambil bagian dalam beberapa proyek seni sekaligus, atau bahkan bergabung dalam kolektif selama tiga tahun. Untuk menyelesaikan perjalanannya di kesenian, jiwa eksplorasinya yang tinggi akan selamanya menjadi pencariannya untuk mempelajari berbagai bidang seni.

Pameran Lainnya